Mengapa aku merasa kesabaranku terus-menerus diuji. Mengapa?
Mengapa hari-hariku selalu dipenuhi dengan menunggu.
Di saat apapun aku harus menunggu. Apapun yang aku lakukan, aku menunggu.
Tahukah bagaimana rasanya menunggu? Sungguh, aku sangat tidak suka menunggu.
Mengapa keadaan di sekitarku selalu membuat aku menunggu....
Jangan buat aku terlalu banyak menunggu..
Aku tidak mau kesabaranku harus selalu berhadapan dengan menunggu..
Aku tahu betapa tidak enaknya menunggu. Selama ini aku telah berusaha tidak membuat orang menunggu. Apabila situasi memang tidak memungkinkan, aku akan berusaha agar kalian tidak menunggu lama. Akan tetapi, aku sangat minta maaf apabila aku tetap membuat di antara kalian menunggu..
God Bless..
Tuesday, 6 May 2008
Monday, 5 May 2008
Simple Words
Terima kasih dan maaf.
Begitu sulitkah untuk mengucapkan kedua kata ini?
Mengapa kata ini terkadang sangat sulit untuk kita ungkapkan?
Kedua kata ini amat penting bagi saya. Sebenarnya kedua kata ini amat sangat sederhana. Terima kasih. Maaf. Tapi bermakna amat besar.
Saat saya membantu orang lain, siapapun itu, alangkah senangnya saya saat Ia mengucapkan kata terima kasih. Hanya dengan mengucapkan kata terima kasih. "Terima kasih". Dengan kata terima kasih ada sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang lebih.
Begitu pula dengan kata maaf. Kata yang sangat sederhana. Saat saya merasa ada seseorang yang melakukan kesalahan terhadap saya, saya sudah cukup menerima kesalahannya itu apabila Ia mengucapkan satu kata. "Maaf".
Kata yang begitu bermakna.
Saya berterima kasih kepada semuanya...Semua orang yang mendukung saya, terutama My Jesus.. Terima kasih.
Saya juga minta maaf atas semua kesalahan yang saya lakukan, sadar maupun tidak sadar.. Maaf.
Saturday, 3 May 2008
TV-ku, TV-ku
huahaha..
Ternyata tipi-ku ni agak-agak..
Harus pake cara kuno, yaitu diketok. Ternyata ampuh tu cara..^^. Tadi itu uda bener-bener pesimis ngeliad tipi yang pada rusak semua. Tapi, ternyata aku masi diperbolehkan untuk nonton. Waktu tadi nyalain tipi, ga ada suara sama sekali. Kuketok-ketok trus,, trus suaranya keluar. Kuketok-ketok lagi, gambarnya keluar hahahaha.
Moga-moga ga kumat-kumat lagi ni tipi. Jangan sampe harus diketok-ketok terus waktu mo nonton. Cape dunkz..hihi..
GBU^^
Ternyata tipi-ku ni agak-agak..
Harus pake cara kuno, yaitu diketok. Ternyata ampuh tu cara..^^. Tadi itu uda bener-bener pesimis ngeliad tipi yang pada rusak semua. Tapi, ternyata aku masi diperbolehkan untuk nonton. Waktu tadi nyalain tipi, ga ada suara sama sekali. Kuketok-ketok trus,, trus suaranya keluar. Kuketok-ketok lagi, gambarnya keluar hahahaha.
Moga-moga ga kumat-kumat lagi ni tipi. Jangan sampe harus diketok-ketok terus waktu mo nonton. Cape dunkz..hihi..
GBU^^
Hobi baru
wew..
Sekarang aku punya hobi baru.. Blogging^^. Dulu aku tidak begitu menyukai hal-hal yang berkaitan dengan tulis-menulis. Cuma seneng bacanya doang. Sekarang, mulai suka ni yang namanya nulis walaupun masi pemula. Mau mulai belajar aja la mulai sekarang. Ga ada kata terlambat kan kalo mau mencoba..
Semangat-semangat.. Makasi y dah ngundang ke blogworld..
Gob Bless..^^
Sekarang aku punya hobi baru.. Blogging^^. Dulu aku tidak begitu menyukai hal-hal yang berkaitan dengan tulis-menulis. Cuma seneng bacanya doang. Sekarang, mulai suka ni yang namanya nulis walaupun masi pemula. Mau mulai belajar aja la mulai sekarang. Ga ada kata terlambat kan kalo mau mencoba..
Semangat-semangat.. Makasi y dah ngundang ke blogworld..
Gob Bless..^^
Huaaa
hua... Tidakk....
Padahal hari ini uda H-8. Mengapa ini harus terjadi??
hiks.hiks.
Kemarin hal ini sudah pernah terjadi. Saat salah satu TV swasta menayangkan Badminton championship "All England", TV-ku rusak. Masih dapat mengeluarkan suara, tapi tidak memberikan gambar. Gambarnya tetap hitam kelam.
Untungnya, aku masih dapat menonton. Dengan menumpang nonton di kamarnya Lin. Yang ditayangin memang cuma Semifinal dan Final, sehingga aku hanya menumpang dua hari.
Baru beberapa hari berikutnya, aku mendapat TV pengganti.
Aku sama sekali tidak menyangka. Hal ini terulang lagi. Saat 8 eight days to go, TV-ku mengalami penyakit yang sama. Ia hanya mengeluarkan suara. malah yang kali ini lebih parah. Suara yang dikeluarkan terputus-putus. Apa yang harus kulakukan??
Tidak mungkin aku meLewatkan Thomas Uber Cup. Apalagi aku sedang masa ujian. Saat aku bisa lebih bersantai.. Bagaimana ini??
Mengapa selalu ada saja yang menghalangi bila aku ingin menonton badminton di sini..
Huuuuuaaaaa...
Padahal hari ini uda H-8. Mengapa ini harus terjadi??
hiks.hiks.
Kemarin hal ini sudah pernah terjadi. Saat salah satu TV swasta menayangkan Badminton championship "All England", TV-ku rusak. Masih dapat mengeluarkan suara, tapi tidak memberikan gambar. Gambarnya tetap hitam kelam.
Untungnya, aku masih dapat menonton. Dengan menumpang nonton di kamarnya Lin. Yang ditayangin memang cuma Semifinal dan Final, sehingga aku hanya menumpang dua hari.
Baru beberapa hari berikutnya, aku mendapat TV pengganti.
Aku sama sekali tidak menyangka. Hal ini terulang lagi. Saat 8 eight days to go, TV-ku mengalami penyakit yang sama. Ia hanya mengeluarkan suara. malah yang kali ini lebih parah. Suara yang dikeluarkan terputus-putus. Apa yang harus kulakukan??
Tidak mungkin aku meLewatkan Thomas Uber Cup. Apalagi aku sedang masa ujian. Saat aku bisa lebih bersantai.. Bagaimana ini??
Mengapa selalu ada saja yang menghalangi bila aku ingin menonton badminton di sini..
Huuuuuaaaaa...
Friday, 2 May 2008
Waktu sangat Berharga
Akan tetapi, sudahkah kita memanfaatkan waktu itu dengan baik?
Untuk aku sendiri, aku belum memanfaatkannya dengan baik. Aku masih sering membuang-buang waktu itu tanpa menyayangkan hal itu terjadi. Betapa bodohnya.. Aku sering melewatkan waktuku dengan percuma, tanpa melakukan sesuatu yang berarti.
Waktu itu terus berjalan tanpa mau menunggu, tidak mau menunggu sampai kita mengerti bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali lagi.
Terkadang aku menyesal ketika waktu telah berjalan begitu jauh. Padahal aku belum melakukan sesuatu pun yang berguna. hiks.
Tapi, seringkali kita mendengar "Masih ada hari esok". Apakah istilah ini sesuai dengan "Time is money"? Kedua istilah ini terdengar sangat berlawanan.
Kita harus bisa menggunakan kedua istilah ini dalam situasi Yang berbeda. "Masih ada hari esok" digunakan ketika kita yang sudah berusaha semampu kita (dengan tetap mengingat waktu sangat berharga), tetapi masih memperoleh kegagalan atau semacamnya. Kegagalan merupakan kunci kesuksesan. Dengan kegagalan kita dapat menjadi seorang yang lebih baik karena tentu kita tidak ingin masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena itu, masih ada hari esok untuk memperbaiki semua kegagalan itu.
"Time is money" digunakan kapanpun, di mana pun. Sesuatu yang tidak dapat dikembalikan bagaimanapun caranya.
Kita diberi uang sebanyak Rp 86.400,00 per hari. Uang tersebut hanya dapat digunakan dalam waktu satu hari. Apabila bersisa di tiap hari nya, uang itu akan hangus. Apa yang akan kita lakukan?
Bagai masuk di acara "Uang Kaget". Tentu kita akan mempergunakannya untuk membeli sesuatu yang kita butuhkan, sesuatu yang kita anggap berguna bagi kita. Kita akan berusaha menghabiskan seluruh uang yang diberikan, tanpa sisa.
Begitu pula yang seharusnya kita lakukan terhadap 86.400 detik yang diberikan Tuhan dalam waktu satu hari. Kita sebaiknya menggunakan waktu itu sebaik-baiknya, sehingga kita tidak menyesal atas waktu yang telah kita sia-siakan.
God Bless us..
Untuk aku sendiri, aku belum memanfaatkannya dengan baik. Aku masih sering membuang-buang waktu itu tanpa menyayangkan hal itu terjadi. Betapa bodohnya.. Aku sering melewatkan waktuku dengan percuma, tanpa melakukan sesuatu yang berarti.
Waktu itu terus berjalan tanpa mau menunggu, tidak mau menunggu sampai kita mengerti bahwa waktu yang telah berlalu tidak dapat kembali lagi.
Terkadang aku menyesal ketika waktu telah berjalan begitu jauh. Padahal aku belum melakukan sesuatu pun yang berguna. hiks.
Tapi, seringkali kita mendengar "Masih ada hari esok". Apakah istilah ini sesuai dengan "Time is money"? Kedua istilah ini terdengar sangat berlawanan.
Kita harus bisa menggunakan kedua istilah ini dalam situasi Yang berbeda. "Masih ada hari esok" digunakan ketika kita yang sudah berusaha semampu kita (dengan tetap mengingat waktu sangat berharga), tetapi masih memperoleh kegagalan atau semacamnya. Kegagalan merupakan kunci kesuksesan. Dengan kegagalan kita dapat menjadi seorang yang lebih baik karena tentu kita tidak ingin masuk ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. Karena itu, masih ada hari esok untuk memperbaiki semua kegagalan itu.
"Time is money" digunakan kapanpun, di mana pun. Sesuatu yang tidak dapat dikembalikan bagaimanapun caranya.
Kita diberi uang sebanyak Rp 86.400,00 per hari. Uang tersebut hanya dapat digunakan dalam waktu satu hari. Apabila bersisa di tiap hari nya, uang itu akan hangus. Apa yang akan kita lakukan?
Bagai masuk di acara "Uang Kaget". Tentu kita akan mempergunakannya untuk membeli sesuatu yang kita butuhkan, sesuatu yang kita anggap berguna bagi kita. Kita akan berusaha menghabiskan seluruh uang yang diberikan, tanpa sisa.
Begitu pula yang seharusnya kita lakukan terhadap 86.400 detik yang diberikan Tuhan dalam waktu satu hari. Kita sebaiknya menggunakan waktu itu sebaik-baiknya, sehingga kita tidak menyesal atas waktu yang telah kita sia-siakan.
God Bless us..
Thursday, 1 May 2008
Percaya
Pernah dengar cerita ini?
Seorang profesor sedang melakukan tanya jawab dengan beberapa mahasiswanya.
Profesor menanyakan perihal kepercayaan mahasiswanya mengenai keberadaan Tuhan. Anak didiknya mengaku bahwa mereka semua percaya dengan Tuhan.
Profesor kembali menanyakan, "Bagaimana kalian bisa percaya, memangnya kalian pernah melihat Tuhan?" Pertanyaan ini membuat kebanyakan siswanya menjadi bingung. Tidak ada di antara mereka yang pernah melihat Tuhan walaupun mereka percaya.
Profesor kemudian mengatakan,"Tidak ada 'kan yang di antara kalian yang pernah melihat Tuhan? Berarti, Tuhan itu tidak ada."
Salah satu dari mahasiswa itu kemudian mengacungkan jarinya dan mengatakan,"Profesor tidak punya otak."
Mahasiswa yang lain terheran-heran dengan pernyataan temannya yans satu ini.
"Kita tidak pernah melihat otak Profesor. Berarti, Profesor tidak punya otak."
%^&$%#^#^%*&(*)%##$%
Seorang profesor sedang melakukan tanya jawab dengan beberapa mahasiswanya.
Profesor menanyakan perihal kepercayaan mahasiswanya mengenai keberadaan Tuhan. Anak didiknya mengaku bahwa mereka semua percaya dengan Tuhan.
Profesor kembali menanyakan, "Bagaimana kalian bisa percaya, memangnya kalian pernah melihat Tuhan?" Pertanyaan ini membuat kebanyakan siswanya menjadi bingung. Tidak ada di antara mereka yang pernah melihat Tuhan walaupun mereka percaya.
Profesor kemudian mengatakan,"Tidak ada 'kan yang di antara kalian yang pernah melihat Tuhan? Berarti, Tuhan itu tidak ada."
Salah satu dari mahasiswa itu kemudian mengacungkan jarinya dan mengatakan,"Profesor tidak punya otak."
Mahasiswa yang lain terheran-heran dengan pernyataan temannya yans satu ini.
"Kita tidak pernah melihat otak Profesor. Berarti, Profesor tidak punya otak."
%^&$%#^#^%*&(*)%##$%
Subscribe to:
Posts (Atom)